Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Maret 19, 2009

Upaya Mitigasi dan adaptasi dari bidang desain interior dan arsitektur

Melalui mitigasi, kita berusaha mengurangi sebab pemanasan global dari sumbernya. Gunanya agar laju pemanasan itu melambat. Dan pada saat bersamaan, kita dapat menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sehingga diharapkan akan ditemukan suatu titik temu yang menjamin kelangsungan hidup manusia.

Dalam skala kecil, mitigasi bisa berupa gerakan cinta lingkungan seperti pengelolaan sampah, bike to work, mengurangi penggunaan plastik, menggunakan AC yang non CFC, hemat energi dan lain sebagainya. Sedangkan beradaptasi dapat dilakukan dengan melakukan penataan lansekap lingkungan, penghijauan, menjaga daerah resapan, re-use, recycling dan lain-lain.

Strategi mitigasi dan adaptasi dalam skala yang lebih luas bisa banyak sekali. Misalnya pencarian energi alternatif, desain rumah hemat energi, dan kendaraan listrik.

Energi alternative yang bisa dipilih , seperti :
Renewable Energy
Energi yang bisa didapat dari alam seperti : Energi Matahari , Energi Angin. Produk produk yang bisa digunakan seperti : Solar Panel , Heat Pumps , Wind Turbins.
Efficient Heating
Energi panas alami yang bisa dihasilkan dari bahan bahan alam atau produk produk yang bermutu seperti : Underfloor Heating , Efficient Boiler , Twin Coil Cilinders.
Water Conservation
Pemanfaatan air secara maksimal dan efisien. Produk produk bermutu seperti : Rainwater Harvester , Dual Flush WC’s , Ecoplay Water Recycling.

Dalam penerapan di rumah ramah lingkungan , banyak contoh produk dipasaran yang bisa digunakan seperti : Solar Panel untuk pemanas air , listrik lampu / alat elektronik dan lain – lain. Atap rumah dari kaca utk penerangan alami. Jendela dari kayu dgn dilapisi kasa , pada malam hari akan terasa sejuk udara dari luar dan nyamuk tidak bisa masuk. Tempat pembuangan sampah terpisah menjadi 2 , untuk sampah plastik dan sampah organic.Rumah tanpa cat , memanfaatkan warna alami batu bata. Lantai dari kayu , dari batu alam , batu kali.

Dapat juga dilakukan upaya mitigasi seperti berikut :
1. Tinggi bangunan, maksimal 4 lantai, lebih dari 4 lantai, bangunan akan makan banyak energi untuk AC, lift, dan lain – lain.
2. Manfaatkan cahaya matahari dengan optimal, kendalikan arah bukaan, jangan sampai sinar matahari masuk secara langsung kedalam bangunan. Desain rumah yang memanfaatkan cahaya matahari dan sirkulasi udara secara optimum akan membantu menghemat penggunaan energi.
3. Cross ventilation, untuk menghemat pemakaian ac
4. Bentengi bangunan dengan vegetasi yang mempengaruhi iklim mikro .
5. Luaskan permukaan bangunan, hal ini menjadikan ruang dalam bangunan tetap dingin.
7. Memakai material bangunan yang thermal capacity-nya besar.
8. Acuan green building melalui konsep Leadership in Energy and Environtmental Design (LEED).
Strategi desain yang dapat diterapkan antara lain, pemanfaatan material berkelanjutan, keterkaitan dengan ekologi lokal, keterkaitan antara transit dan tempat tinggal, rekreasi dan bekerja, serta efisiensi penggunaan air, penanganan limbah, dan mengedepankan kondisi lokal baik secara fisik maupun secara sosial.

Pendekatan ini antara lain menganjurkan pemilik rumah membuat taman yang tidak hanya indah secara visual, tapi juga memiliki kemampuan meningkatkan kualitas air dan tanah. Sewaktu mendesain rumah, hendaknya kita memikirkan aspek ekologis itu. Hal ini akan menjawab pertanyaan seputar ke mana air hujan mengalir dan daun-daun kering dibuang.

Merencanakan taman dari awal dengan pendekatan nilai ekologis menjadikan kita secara otomatis memperhatikan sistem dan pemeliharaan taman. Sistem pengaliran air resapan, misalnya, bisa dengan membuat sumur-sumur resapan dan biopori. Ini juga sekaligus untuk mengolah sampah organic.

Yang tak kalah penting yakni pengelolaan limbah rumah tangga. Asal tahu saja, limbah bangunan dan rumah tangga merupakan salah satu penyumbang terbesar pencemaran tanah dan air.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: