Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Maret 19, 2009

TINJAUAN TENTANG TAMAN TELAJAKAN

Taman telajakan yang dibahas adalah taman telajakan yang terdapat pada sisi kiri kanan jalan, karena mengingat dari beberapa jenis telajakan yaitu telajakan pura, telajakan merajan, telajakan kantor, telajakan sekolah, telajakan jalan (media jalan) telajakan telabah (saluran air), telajakan desa, telajakan subak, telajakan puri, dan sebagainya.
Adapun konsepsi yang bisa diterapkan dalam penataan taman telajakan ini, tidak terlepas dari konsepsi nilai-nilai budaya Bali yaitu :
1. Mendukung fungsi tempat taman telajakan itu berada.
2. Memanfaatkan unsur-unsur alam dalam perwujudannya.
3. Mengungkapkan keselarasan terhadap alam dan lingkungannya.
4. Didasarkan atas tata nilai utama, madya, nista.
5. Memiliki keselarasan terhadap status sosial dan kemampuan ekonomi penghuni.
Pentingnya penataan taman telajakan ini karena bertujuan mendukung fungsi jalan sebagai sarana komunikasi, transportasi dan fungsi tempat dimana terdapat telajakan itu. Disamping itu, penataan taman telajakan yang disesuaikan dengan unsur perancangan juga dapat :
1. Memperlancar dan mengamankan arus sirkulasi
2. Menciptakan ketenangan, kenikmatan atau kenyamanan dan kesehatan penghuninya.
3. Meningkatkan keindahan lingkungan.
4. Menyediakan kebutuhan hidup.
5. Memperlebar jarak pandang, mengurangi kebisingan, polusi, mengurangi panas, menyegarkan udara.

Adapun ukuran lebar dari telajakan ini, minimal selebar sangkar ayam ditambah satu telapak kaki (+ 100 cm)dan maximal 1 depa agung atau asanan padi (+ 220 cm). Dan tanaman yang dipakai bisa difungsikan untuk pelindung, penghias dan tanaman penutup seperti, kelapa, kenanga, kamboja, kembang sepatu, cempaka, jempiring, kembang kuning, dan tanaman lainnya yang berciri Bali. sedangkan tembok pagar diletakan diantara pekarangan dan telajakan, bentuknya kepala, badan, kaki, terbuat dari bahan alam setempat seperti bata, batu kali dan padas. Dengan tinggi sebatas mata manusia dengan prinsip dari luar tidak bisa melihat ke dalam dan sebaliknya dengan tinggi minimal + 160 cm, memakai warna alami dan tidak kontras dengan lingkungan.

Sesuai dengan konsep tradisional Bali, yang berdasarkan kebenaran, disebabkan bahwa manusia harus selaras dengan alam, dimana terdapat lima unsur yang disebut “Panca Mahabhuta” yang harus ada dalam taman yang berkonsep tradisional Bali yaitu :
1. Pertiwi (zat padat)
Batu-batuan, tanaman atau benda padat lainnya.
2. Apah (zat cair)
Kolam dengan air mancurnya.
3. Teja (sinar)
Suasana yang ditimbulkan oleh permainan warna gelap, terang dan bayang-bayang.
4. Bayu (udara)
Tiupan angin yang sepoi-sepoi basah dan kesejukan.
5. Akasa (Ether)
Latar belakang angkasa luar dengan cakrawala sebagai batas pandangan.

Dengan melihat pada konsepsi yang berakar pada agama Hindu, maka karakter pertamanan di Bali adalah sebagai berikut :
1. Pertamanan di Bali hendaknya dapat membahasakan Agama Hindu yang berisikan nilai kebenaran Tuhan, sehingga hakekat alam dalam ciptaan tuhan akan dapat terpancar dalam satu susunan Pertamanan.
2. Memberi inspirasi hakekat hidup dan kehidupan.
3. Penataan diatur dengan etika dan tata susila yang mempunyai karakter melindungi, mengayomi, mendampingi manusia secara harmonis dalam kegairahan hidup.
4. Karakter taman yang dapat menyelaraskan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan hubungan dengan Tuhan.


Responses

  1. Salam kenal bli….. tiang mayun… tertarik dengan tulisan bli ini. Dimana bisa ketemu kalau ada waktu yaa? Saya pengen tau tentang telajakan…, suksma


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: