Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | September 25, 2011

Pendahuluan Thesis-KU

Wilayah pesisir merupakan 15 % daratan bumi dan sangat potensial sebagai modal dasar pembangunan Indonesia. Dalam wilayah pesisir ada banyak faktor yang berdampak diantaranya pertumbuhan penduduk yang besar, kegiatan-kegiatan manusia, pencemaran, dan pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan. (Darsef, 2003). Meningkatnya populasi manusia dengan cepat disertai dengan kemajuan teknologi menimbulkan pemanfaatan sumber daya alam secara besar – besaran . Manusia sebagai subyek pengolah lingkungan dan 60% hidup di pesisir yang dapat menimbulkan perubahan pada perubahan tata ruang dan lingkungan hidupnya. Kepadatan dan pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan pangan dan lahan menjadi meningkat dan berakibat pada kerusakan alam dan hutan.  Suhu permukaan bumi meningkat yang menimbulkan efek perubahan iklim yang drastis, dan pemanasan global. Menurut Al-Gore, semenjak revolusi industri dalam kurun waktu 20 tahun, suhu bumi meningkat 2 derajat, dan pada tahun 2100 diperkirakan naik sampai 58 derajat. Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik, seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit.  Menurut Green Peace, akibat mencairnya es di kutub,  kemungkinan 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam pada tahun 2050.                ( Diposaptono, 2002 ).

Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit. (Amano, 1992).

Menghindari kerusakan alam yang secara ekologis makin parah, kini sudah saatnya dipikirkan pendekatan dengan pengertian ke arah ekologis. Pada setiap kegiatannya terutama yang berkaitan dengan sumber daya alam, manusia diharapkan menjaga dan memelihara kelestarian alam  yang akan menjamin kualitas hidup manusia. Manusia yang hidup dalam ruang, baik ruang dalam dan ruang luar. Kedua ruang saling mempengaruhi, ruang dalam yang nyaman karena ruang luar dan lingkungan yang nyaman, dan sebaliknya. Perancangan bangunan hendaknya memikirkan aspek berkelanjutan, jangan hanya memikirkan bagaimana bisa hidup nyaman hari ini tanpa memikirkan bagaimana hidup nyaman untuk seterusnya. Seperti pada setiap rancangan kegiatan manusia termasuk dalam merancang bangunan dan interiornya diharapkan juga berpihak pada keselarasan dengan alam melalui pendekatan. Karena menurut Mazria dalam Solar Today, Mei-Juni 2003, dalam konsumsi energi di Amerika,  bangunan memakai 48% energi yang dibandingkan dengan transportasi 27% dan industri yang 25%. Oleh karena itu pendekatan rancangan bangunan yang ekologis, yaitu memahami dan selaras dengan perilaku alam diharapkan dapat memberi kontribusi yang berarti bagi perlindungan alam dan sumber daya didalamnya sehingga mampu membantu mengurangi dampak pemanasan global.

Bentuk intervensi yang dilakukan agar interaksi manusia dengan lingkungannya dapat berjalan serasi, selaras, seimbang untuk tercapainya kesejahteraan manusia serta kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan (development sustainability) disebut dengan rencana tata ruang. Berdasarkan UU No.24/1992, pengertian penataan ruang tidak terbatas pada proses perencanaan tata ruang saja, namun lebih dari itu termasuk proses pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Perencanaan tata ruang dibedakan atas hirarki rencana yang meliputi : Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, Propinsi, Kabupaten dan Kota, serta rencana-rencana yang sifatnya lebih rinci ; pemanfaatan ruang merupakan wujud operasionaliasi rencana tata ruang atau pelaksanaan pembangunan; dan pengendalian pemanfaatan ruang terdiri atas mekanisme perizinan dan penertiban terhadap pelaksanaan pembangunan agar tetap sesuai dengan RTRW-nya. Selain merupakan proses, penataan ruang sekaligus juga merupakan instrumen yang memiliki landasan hukum untuk mewujudkan sasaran pengembangan wilayah dan pembangunan yang berkelanjutan. Sustainable development  adalah konsep pembangunan yang tidak hanya menyelesaikan masalah sekarang, tetapi menyelesaikan permasalahan yang akan datang. Konsep pembangunan ini mencakup aspek sosial, budaya, energi, ekonomi, lingkungan, dan hampir semua ranah kehidupan. Konsep ini sejalan dengan MDG (Millenium Development Goal), yaitu 8 cita – cita yang harus terwujud sebelum 2015. Konsep pembangunan ini pertama kali dinyatakan pada sebuah laporan tahun 1987 dalam konferensi PBB tentang pembangunan dan lingkungan di Stockholm.(Prijatna, 2008).

Budaya meniru tanpa pendalaman pengertian, bertambah mahalnya lahan untuk hunian, dan tingkat kesulitan hidup yang makin majemuk menjadi sumber berawalnya era hunian yang tidak ramah terhadap lingkungan. Hunian menjadi semakin jauh dari tempat bekerja, bermetamorfosa dari fungsi tempat tinggal menjadi tempat persinggahan sementara. Pada pemikiran “rumah hijau” perubahan dapat dimulai dari saat kita mendesain rumah, bagaimana kita membangun rumah tersebut, bagaimana pengoperasiannya dan bagaimana pemeliharaannya. Kalau keempat faktor ini sudah kita pahami, tentunya kita sudah selangkah lebih maju dalam “langkah kecil” kita untuk menyelamatkan bumi. ( Ary Indra, 2009).

Pertumbuhan penduduk yang tidak disertai dengan meluasnya lahan memaksa manusia untuk membangun tempat tinggal secara vertikal sehingga tidak menghabiskan banyak lahan. Salah satu alternatif penyelesaian masalah ini adalah dengan dibangunnya apartemen, yaitu rumah susun mewah dengan berbagai fasilitas pendukung yang beraneka ragam. Adanya fasilitas-fasilitas umum tersebut membuat hidup di apartemen menjadi lebih praktis. Mobilitas yang tinggi warga perkotaan menyebabkan orang kota saat ini tidak lagi membutuhkan lahan yang luas untuk tempat tinggal. Apartemen kini menjadi pilihan dari masyarakat modern terutama di kota – kota besar. Dengan tipe masyarakat modern yang mengharapkan kepraktisan dan efisiensi waktu disertai budaya kota besar yang terwadahi dengan keberadaan hunian vertikal ini. Kenyataannya bisa dilihat dalam beberapa tahun belakangan ini telah banyak dibangun apartemen – apartemen dengan tujuan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal tersebut.

Di Indonesia jumlah penduduk pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 257 juta jiwa, dan 49,5% diantaranya akan tinggal di perkotaan. Artinya persoalan – persoalan lingkungan di masa yang akan datang akan banyak muncul di daerah daerah perkotaan. Seperti semakin sempitnya ruang terbuka hijau, meningkatnya timbunan sampah, semakin buruknya kualitas udara perkotaan, meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, ketersediaan air bersih, semakin tidak terkendalinya beban limbah cair domestik, meluasnya pemukiman kumuh dan meningkatnya kemiskinan akan menjadi permasalahan kota – kota di masa yang akan datang. (Redaksi Suara Bumi, 2008). Dan Wiradisuria (1983) mengatakan bahwa lingkungan pemukiman merupakan bagian dari lingkungan binaan dan lingkungan binaan merupakan bagian pula dari lingkungan hidup.

Tinggal di apartemen keamanannya lebih terjamin, fasilitas yang lengkap seperti taman, kolam renang, ruang kebugaran dan view dalam kota. Gaya hidup modern menuntut berbagai kemudahan bagi kita untuk memiliki tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhan sehari – hari, dengan konsep yang terintegrasi. Artinya, selain apartemen, juga ada hotel, shopping center, office building, pusat hiburan, sekolah, dan juga rumah sakit. Semua fasilitas tersebut berada dalam satu lokasi. Ini membuat penghuni apartemen tidak perlu menghabiskan waktu tempuh di jalan untuk kegiatan sehari-hari. Menurut pengamat properti Budhi S. Gozali (2008), karena sudah menjadi gaya hidup, maka pengembang selalu berusaha membangun apartemen yang sesuai dengan keinginan konsumen. Di Bali saat ini sudah dipenuhi pembangunan apartemen, seperti  Grand Kuta Apartment, Bali Nirwana Resort (BNR) milik Bakrie dan St Regis, Umalas Residence, Harry’s Hotel dan Residence, Bali Kuta Residence dan lainnya yang sudah  mencapai 2.000 unit hingga akhir 2008. Dengan harga berkisar Rp 10-12,5 juta/m2, hingga Rp 15-20 juta/m2.

Seiring dengan perjalanan waktu, percepatan pertumbuhan komoditi pariwisata di Bali sangat kuat terlihat, terutama dalam lima tahun terakhir. Selalu ada wilayah baru yang dibuka demi pariwisata, membuat pulau ini semakin tajam berbeda dari berbagai lapis dimensi. Perbedaan dimensi ini menjadi semakin nyata dalam dua arti. Pertama, semakin jauhnya dari akar budaya dan kebiasaan hidup masyarakat Bali. Yang kedua, terjadinya penumpukan bangunan di wilayah-wilayah tertentu. Dari pesisir Barat sampai ke Selatan kita melihat bangunan-bangunan komersial tertentu, pembangunan apartemen yang mulai menjulang seperti kita lihat pertumbuhannya di daerah Kuta, Legian, Jimbaran, Nusa Dua dan sekitarnya. Bagi pengusaha yang tinggal agak lama, apartemen merupakan pilihan yang ideal dibandingkan dengan tinggal di hotel. Fenomena inilah yang menjadikan pembangunan Apartemen dan Butik Hotel di Bali menjadi semakin tren. Dengan konsep modern dan minimalis, berdampak semakin menghilangnya identitas Bali yang merupakan daya tarik wisatawan.

Pertumbuhan apartemen – apartemen tersebut terjadi secara sembarangan, para pakar tata ruang, lingkungan, dan hukum sepakat hal ini segera akan menimbulkan konflik sosial serius. Suriyani (2008), dalam tulisannya mengatakan pembangunan fisik di Bali sudah banyak melanggar konsep tata ruang yang telah disepakati dalam Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali. Dan ada baiknya bagi pihak-pihak terkait untuk mencermati secara mendalam dan mempunyai kontrol yang ketat terhadap pemberian ijin membangun misalnya. Menurut K.G. Dharma Putra, pengamat lingkungan dari Universitas Udayana, pelanggaran terhadap kesepakatan yang dituangkan dalam perencanaan pembangunan bermuara dari tidak konsistennya pelaksanaan perijinan yang dikeluarkan pemerintah pada investor. Padahal dalam Perda pengaturan tata ruang telah tercantum sejumlah nilai-nilai kearifan lokal yanga bernuansa konservasi lingkungan. Ia mencontohkan soal pembatasan ketinggian bangunan maksimum di bawah pohon kelapa atau sekitar 15 meter. Ada juga pengaturan sempadan pantai, sempadan jurang, dan ruang terbuka.

Pada sektor lingkungan hidup, perhatian perlu dikhususkan pada UU No 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No 5/1994 tentang Pengesahan Konvensi Keanekaragaman Hayati, dan UU No. 6/1994 Tentang Pengesahan Konvensi Perubahan Iklim, serta PP No. 27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang dapat dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan proyek. Dari PP ini bisa dikembangkan kriteria dan indikator bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan yang harus diperhatikan oleh pengembang dengan partisipasi masyarakat.

Hunian tempat kita tinggal adalah bagian dari lingkungan yang sudah seharusnya kita lestarikan. Salah satu langkah untuk pelestarian lingkungan itu adalah membangun bangunan yang berkonsep ekologis, yaitu suatu pendekatan desain yang menempatkan arsitektur termasuk bangunan dan lingkungannya sebagai bagian dari ekosistem yang tanggap dan bekerja sama dengan komponen ekosistem lainnya, baik manusia, iklim, maupun flora dan fauna. Caranya, ruang-ruang yang direncanakan harus dapat memberi tempat yang nyaman bagi manusia, tanggap dan bekerja sama dengan iklim dengan sistem bangunan alamiah sehingga menghemat energi, ruang terbuka yang dapat mempertahankan fungsi ekologis tanah, dan pengintegrasian tanaman pada ruang arsitektur, baik dengan lansekap horizontal (pada ground level) maupun lansekap vertikal (pada bangunan). Hunian yang demikian ini pada dasarnya memperhatikan sumber daya alam sebagai kesatuan dari lingkungan yang akan dibentuk. Istilah green design, sustainable design, dan ecological design adalah tren yang memang harus dikedepankan. Desain yang tepat serta memperhatikan iklim dan lingkungan akan berdampak positif pada kualitas hidup penghuni rumah.

Untuk tujuan yang sama yaitu menyikapi keseimbangan lingkungan pada penerapan bangunan modern diperlukan strategi khusus dan penerapan yang sesuai dengan kemajuan teknologi material maupun struktural. Kepedulian terhadap keseimbangan antara manusia – ruang – lingkungan tersebut menuntut konsekuensi berupa perhatian yang besar terhadap keputusan – keputusan rancang bangun dan desain yang diterapkan untuk menghasilkan hubungan timbal balik dampak dan manfaat bagi ketiganya.

Dilihat dari geografis, Indonesia beriklim tropis lembab karena terletak di kawasan tropis dan diapit oleh Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Suhu udara antara 20 – 30 derajat Celsius, dengan curah hujan rata-rata 2.000-3.000 milimeter per tahun.  Di dalam ruang. pengaruh yang sangat dominan dan harus dikendalikan adalah radiasi matahari. Variasi suhu di Indonesia hanya dipengaruhi oleh ketinggian tempat (altitude). Ada dua daerah yaitu dataran tinggi (pegunungan) dan dataran rendah (pantai). Suhu maksimum di Indonesia menurun sebesar 0,6 C untuk setiap kenaikan elevasi setinggi 100 m. (Benyamin Lakitan , 1994). Dengan latar belakang tersebut, perwujudan konstruksi dan desain interior yang mengadaptasi kondisi iklim Indonesia lebih menguntungkan penghuninya. Adaptasi tersebut sangat memungkinkan penghuni berhemat karena mudahnya perawatan jika menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia yang tropis dan identik dengan ekologi tropisnya.

Unsur modern yang ditambahkan dalam hunian tropis adalah berkonsep minimalis dimana konsep desain minimalis sangat menguntungkan rumah tinggal yang memiliki keterbatasan lahan, karena praktis, simpel, dan efisien adalah karakter dari desain minimalis. Desain interior  yang efisien dengan keadaan dan “compact” dengan segala kondisi mulai ditinjau dalam penerapan desain interior yang minimalis.

Merupakan kewajiban desainer untuk memikirkan sebuah desain yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena desainer atau perencana bertanggungjawab atas hampir semua produk, peralatan, dan kesalahan yang terjadi terhadap lingkungan (Papanek, 1982 : 54). Para desainer kini menghadapi tantangan, bukan hanya memaksimalkan potensi estetika dan kegunaan objek, tapi juga meminimalisasi dampak buruk bagi lingkungan tanpa menghabiskan lebih banyak sumber energi. Melihat juga fenomena trend saat ini yang cenderung menerapkan konsep desain minimalis, dimana bentuk bangunan dan desain interior seadanya, tidak simetris dan juga kurang mengindahkan unsur – unsur budaya setempat. Hal inilah yang mendasari penulis untuk mencoba mengambil fakta terkait dari aspek perancangan interior bangunan yang bergaya minimalis apakah berorientasi, berwawasan dan berpihak pada lingkungan, terutama yang berpengaruh pada pembangunan lingkungan di pesisir Selatan Bali.

Faktor – faktor yang erat kaitannya dengan penataan bangunan apartemen di kawasan Bali Selatan akan dikaji dalam penelitian ini untuk mendapatkan pendekatan ke arah bangunan yang ramah lingkungan yang disesuaikan dengan kriteria ramah lingkungan yang telah ada. Menuju penerapan Undang – Undang no 28 tahun 2002 tentang bangunan dan Gedung, peraturan pemerintah no 36 tahun 2005 tentang peraturan pelaksanaan UUBG, bahwa semua bangunan dan gedung harus layak fungsi pada tahun 2010. Konsep green building akan menjadi sebuah kebutuhan dan gaya hidup karena ini menyangkut masa depan dan keberlangsungan kehidupan di Bumi.

Bersambung….

Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Mei 26, 2011

KERaN Mengawal Kebangkitan Ekonomi Rakyat Nusantara

Mewujudkan cita-cita kemerdekaan ekonomi, tidaklah semudah yang kita bayangkan. Walau negeri ini sudah merdeka secara kedaulatan, namun secara ekonomi kita masih belum merdeka. Masih banyak sasaran ekonomi kerakyatan yang merupakan indikasi terwujudnya kemerdekaan tersebut belum bisa kita lihat secara signifikan. Seperti misalnya, belum tersedianya peluang kerja yang memadai bagi rakyat, masih belum layaknya tingkat penghidupan masyarakat pada umumnya serta belum maksimalnya Negara dalam melindungi fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Hal ini membuat beberapa komponen masyarakat tergerak untuk mencari solusi agar terwujud kemerdekaan ekonomi yang kita idam-idamkan. Seperti yang dilakukan oleh para pelaku usaha mandiri yang tergabung dalam Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara atau disingkat KERaN. Koperasi modern yang memanfaat teknologi informasi dan manajemen modern, melakukan terobosan dengan menggabungkan konsep koperasi dengan sistem modern dan menggunakan strategi pemasaran ‘getok tular’ atau jaringan berjenjang.

KERaN didirikan pada tanggal 23 Desember 2010 di Jakarta dengan 655 orang pendiri dari beberapa propinsi di Indonesia. Pada saat pendirian mereka secara aklamasi memilih Bapak Adi Sasono, sebagai Ketua Umum KERaN, dibantu oleh beberapa jajaran pengurus dari kalangan professional dan pelaku jaringan. KERaN juga telah memiliki Badan Hukum dengan nomor 965/BH/M.KUKM.2/III/2011, sehingga operasional legal dan sah di seluruh wilayah Nusantara.

Hari Minggu, 22 Mei lalu, KERaN menyelenggarakan Pra Rapat Anggota Tahunan (Pra RAT) dan Seminar Nasional yang bertemakan “Menuju Kebangkitan Ekonomi Rakyat Nusantara, Untukmu Indonesiaku”. Pra RAT dihadiri oleh sebagian besar anggota KERaN baik dari Bali maupun dari provinsi lainnya. Pada Pra RAT tersebut di paparkan tentang Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, yang mendapat persetujuan dari seluruh anggota yang hadir. Pada kesempatan Pra RAT tersebut juga dibahas tentang Rencana Kerja dan Rencana Keuangan sampai 2012.

Penyelenggaraan Pra RAT dan Seminar tersebut dibarengi pula oleh pameran produk dari para Mitra Usaha yang menjadi rekanan KERaN. Karena salah satu program KERaN dalam pemberdayaan UMKM memberikan peluang kepada semua pewirausaha untuk memasarkan produk mereka melalui jaringan KERaN. Sehingga sektor UMKM akan semakin bergairah dan berkembang seiring dengan munculnya persaingan global di berbagai bidang. Berbagai jenis produk anggota KERaN dipamerkan dan dijual pada stand-stand yang tersedia. Menariknya, bahwa setiap transaksi yang terjadi disana, bagi anggota KERaN akan mendapatkan Cash Back (POINT) yang bisa dicairkan. Ini adalah salah satu konsep KERaN yang memanfaatkan keunggulan sistem pemasaran berjenjang dengan memberikan komisi kepada pelanggan atau anggota itu sendiri.

Setelah Pra RAT dilanjutkan dengan Seminar KERaN yang menghadirkan pembicara dari Dinas Koeprasi dan UKM Provinsi Bali, Deputi Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, serta pembicara utama Bapak Adi Sasono, selaku Ketua Umum KERaN dan mantan Menteri Koperasi. Adi Sasono, yang merupakan tokoh Ekonomi Kerakyatan banyak memberikan visi tentang peranan KERaN dalam mewujudkan Ekonomi Indonesia yang berdikari dan berdaulat. Selain itu, dengan konsep koperasi modern pertama diyakinkan oleh beliau bahwa KERaN akan mampu menggerakan sektor-sektor riil yang selama ini belum tersentuh maksimal di lapisan masyarakat. Beliau yakin dengan terlibatnya komponen praktisi jaringan professional akan memberikan daya maksimal terhadap perkembangan KERaN dalam mengusung visi pencapaian Kemerdekaan Ekonomi Bangsa.

Di akhir acara, dilakukan pengundian door prize dan hadiah-hadiah hiburan oleh Ketua Panitia Penyelenggara, Bagus Wirabrata. Antusias anggota dan undangan yang hadir menjadikan Pra RAT pertama dan Seminar Kebangkitan Ekonomi Rakyat Nusanatara menjadi sangat meriah dan mengundang simpati banyak kalangan.

Banyak pihak berharap agar KERaN benar-benar bisa mengawal bangkitnya ekonomi rakyat nusantara demi terwujudnya Kemerdekaan Ekonomi seperti yang dicita-citakan oleh Bapak Proklamator Bangsa, Dr. Moh. Hatta.

Disadur dari : BaliPost 26 Mei 2011, Halaman 8

Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Maret 16, 2011

Beda Koperasi dengan Badan Usaha Lainnya

Ada beberapa hal pokok yang membedakan koperasi dengan badan usaha lain yang non-koperasi. Hal tersebut antara lain adalah:

Pada koperasi, anggota adalah pemilik (owner) sekaligus pelanggan (user), oleh karena itu kegiatan usaha yang dijalankan oleh koperasi harus sesuai dan berkaitan dengan kepentingan atau kebutuhan ekonomi anggota. Hal yang demikian itu berbeda dengan badan usaha yang non koperasi. Pemegang saham tidak harus menjadi pelanggan. Badan usahanya pun tidak perlu harus memberikan atau melayani kepentingan ekonomi pemegang saham.
Tujuan badan usaha non koperasi pada umumnya adalah mengejar laba yang setinggi-tingginya. Sedangkan koperasi adalah memberikan manfaat pelayanan ekonomi yang sebaik-baiknya (benefit) bagi anggota.
Anggota koperasi memperoleh bagian dari sisa hasil usaha (SHU) sebanding dengan besarnya transaksi usaha masing-masing anggota pada koperasinya, sedangkan pada badan usaha non koperasi, pemegang saham memperoleh bagian keuntungan sebanding dengan saham yang dimilikinya.
Kalau di dalam suatu badan usaha lain yang non-koperasi, suara ditentukan oleh besarnya jumlah saham atau modal yang dimiliki oleh pemegang saham. Dalam koperasi setiap anggota memiliki jumlah suara yang sama, yaitu satu orang mempunyai satu suara (one man one vote) dan tidak bisa diwakilkan.
Koperasi adalah kumpulan orang, bukan kumpulan modal sebagaimana perusahaan non koperasi.

Disadur dari http://www.keran.org

Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Januari 4, 2011

KOPERASI EKONOMI RAKYAT NUSANTARA ( KERaN )

KOPERASI EKONOMI RAKYAT NUSANTARA ( KERaN )
Koperasi Bersistem Canggih, BerSkala Nasional dengan Tiga Unit Bisnis dan E-Commerce Ready
Kupersembahkan ” Untuk Mu Indonesia Ku “…..Merdekalah Negeri Ku…..
Kepada
Yth. Semua Teman, sahabat, saudara dan kita semua yang semangat membangun diri dan membangun Indonesia.

Di,
Tempat

Salam Sejahtera,
Dengan Hormat,

Sebagai Langkah Awal mencapai Kemerdekaan Ekonomi Indonesia, kami selaku Pendiri Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara dengan perantara surat ini, kami bermaksud mengantarkan Informasi mengenai KOPERASI yang berskala Nasional,alamat kantor di Gedung Artaloka Jln. Jendral Sudirman Jakarta,yang telah kami tanda tangani akte pendiriannya di Jakarta pada tanggal 23 Desember 2010, di Soft Launching pada Tanggal 27 Desember 2010 di Hotel Niki Denpasar yang dihadiri oleh hampir 1500 orang termasuk para pejabat daerah dan pejabat koperasi . Bertujuan melahirkan jiwa wirausaha di usia muda melalui Soko Guru Perekonomian Indonesia yaitu KOPERASI dan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Bukan hanya itu, Banyak hal yang bisa dipelajari dari Koperasi ini sehingga kita semua perlu mengetahui informasi tentang koperasi ini lebih lanjut.
Demikian informasi ini kami sampaikan, dengan harapan bisa diteruskan dan diminati. Atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terima kasih.

Sehat dan sejahtera selalu
Hormat Kami,
( I Putu Gede Andy Pandy, S.Sn ) Pendiri Koperasi No. ID 100009000148

Latar Belakang
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan atas perjuangan seluruh rakyat Indonesia, bangsa Indonesia telah memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang bertujuan mencapai kesejahteraan hidup yang adil dan merata lahir dan batin.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (1) menyebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam penjelasan Pasal 33 ditegaskan bahwa perekonomian disusun berdasarkan demokrasi ekonomi dan bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah Koperasi. Koperasi harus meningkatkan peranannya untuk membina kemampuan anggotanya agar menjadi kuat dan mandiri secara ekonomi sesuai dengan prinsip koperasi, yang mampu berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Asal kata Koperasi dari bahasa Inggris Co-Operation yang berarti usaha bersama, suatu organisasi yang didirikan dengan tujuan utama menunjang kepentingan ekonomi para anggotanya melalui suatu perusahaan bersama. Koperasi adalah perkumpulan orang yang secara sukarela mempersatukan diri untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka, melalui pembentukan suatu perusahaan yang dikelola secara demokratis.

Menurut UU no. 25/1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggota orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasaz kekeluargaan (pasal 1). Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya srta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (pasal 3).

Prinsip Dasar Koperasi di Indonesia:
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota
4. Pemberian balas jasa yang terbatas pada modal
5. Kemandirian

Landasan Koperasi
(pedoman dalam menentukan arah, tujuan, peran, dan kedudukan koperasi terhadap pelaku-pelaku ekonomi lainnya di dalam sistem perekonomian) di Indonesia adalah Pancasila, karena Pancasila adalah pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia, merupakan jiwa dan semangat rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bercirikan nilai-nilai luhur kemanusiaan yang menjadi budaya bangsa Indonesia.

Kini, koperasi sebagai organisasi ekonomi berbasis orang atau keanggotaan (membership based association), menjadi substantive power perekonomian negara-negara maju. Misalnya Denmark, AS, Singapura, Korea, Jepang, Taiwan, dan Swedia. Meskipun, awalnya hanya countervailing power (kekuatan pengimbang) kapitalisme swasta di bidang ekonomi yang didominasi oleh perusahaan berdasarkan modal persahaman (equity based association), yang sering jadi sapi perah pemilik modal (share holders) dengan sistem dan mekanisme targeting yang memeras pengelola.

Spirit membership based association teraktualisasikan dalam ‘tujuh kebaikan’. Buku-buku modern menyebutnya sebagai social capital ( modal sosial). Di Indonesia semangat ekonomi kerakyatan berbasis modal sosial mulai menggejala di era Hindia Belanda di abad ke-19 , tepatnya sejak diberlakukan UU Agraria 1870 yang menghapuskan sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel). UU itu mendorong munculnya kepemilikan lokal (local ownership) dan inisiatif rakyat setempat yang mendapatkan porsi ekonomi yang signifikan.

Bung Hatta dalam buku Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun mengkategorikan social capital ke dalam 7 nilai sebagai spirit koperasi. Pertama, kebenaran untuk menggerakkan kepercayaan (trust). Kedua, keadilan dalam usaha bersama. Ketiga, kebaikan dan kejujuran mencapai perbaikan. Keempat, tanggung jawab dalam individualitas dan solidaritas. Kelima, paham yang sehat, cerdas, dan tegas. Keenam, kemauan menolong diri sendiri serta menggerakkan keswasembadaan dan otoaktiva. Ketujuh, kesetiaan dalam kekeluargaan.

Formula nilai yang dikemukkan Hatta ini parallel dengan apa yang diungkapkan oleh Kagawa, bapak koperasi Jepang dalam buku Brotherhood Economics, bahwa koperasi merupakan kemitraan ekonomi yang memacu kesejahteraan sosial bersama dan penghindaran dari isapan kekuatan-kekeuatan yang meraih kedudukan istimewa dalam ekonomi.

Implementasi ketujuh nilai yang menjiwai kepribadian koperasi versi Hatta, dituangkan dalam tujuh prinsip operasional koperasi secara internal dan eksternal. Ketujuh prinsip operasional itu adalah; Pertama, keanggotaan sukarela dan terbuka. Kedua, pengendalian oleh anggota secara demokratis. Ketiga, partisipasi ekonomis anggota. Keempat, otonomi dan kebebasan. Kelima, pendidikan, pelatihan dan informasi. Keenam, kerjasama antar koperasi. Ketujuh, kepedulian terhadap komunitas.

Yang jadi soal sekarang adalah koperasi model mana yang sesuai bagi perekonomian Indonesia? Apakah koperasi yang di daasarkan pada nilai-nilai tradisional yang cenderung berpola koperasi sosial ataukah koperasi modern model Barat yang berbasis sistem pasar? Atau justru gabungan keduanya?

Jadi, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai koperasi –yang tampak dalam jatidirinya (Co-operative Identity) sebagaimana dirumuskan kongres International Co-operative Alliance (ICA) ke-100 di Manchester, Inggris, September 1995 dan disusun kembali Prof. Dr. Ian MacPherson berupa 7 nilai: menolong diri sendiri, swa tanggung jawab, demokrasi, persamaan, keadilan, kesetiakawanan dan kejujuran; dan 7 prinsip operasional, yaitu keanggotaan terbuka dan sukarela, pengendalian oleh anggota secara demokrasi, partisipasi ekonomi anggota, otonomi dan kemerdekaan, pendidikan, pelatihan, dan informasi, kerjasama antar koperasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Bisnis Ritel
Bisnis ritel saat ini memang masih sangat menjanjikan, setelah terpuruk akibat resesi dunia pertumbuhan bisnis ritel di beberapa negara kembali bergairah terlihat dari pertumbuhan tahun 2009 dan 2010 yang berbalik ke arah positif setelah jatuh hingga ke arah minus. Pada Indeks Penjualan Ritel (IPR) Asia menunjukan bahwa pertumbuhannya jauh lebih pesat dari pada Amerika dan Eropa. Ini merupakan sinyal positif bagi para pelaku pada bisnis ini, terbukti dengan pertumbuhan di Indonesia yang tercatat mengalami kenaikan hingga 40% pada periode Februari 2010 setelah sebelumnya jatuh hingga minus 26,3% pada November 2008. Dengan bertumbuhnya kepercayaan konsumen pada sektor ini dan seiring dengan penyerapan tenaga kerja pada sektor industri mendorong tingkat ekonomi dan pendapatan masyarakat yang semakin membaik.

Berdasarkan data yang terpaparkan diatas bahwa sangat potensial untuk di kembangkan, disisi lain perkembangan koperasi di Indonesia juga mengalami perkembangan yang cukup baik, dari awal abad 19 Negara kita sudah memiliki koperasi sebagai penggerak roda ekonomi negara yang sangat berpengaruh bagi kemajuan dan kesejahteraan anggota juga masyarakat. DR. H. Moh Hatta sebagai ” Founding Father ” Indonesia ternyata telah memiliki pandangan yang jauh kedepan dengan berkembang nya koperasi dan banyak manfaat yang didapat dari berdirinya koperasi, seperti masuknya pasal 33 ayat 1 pada UUD 1945 yang mencerminkan usaha koperasi yang telah dirumuskan sebagai dasar Negara Indonesia menjadikan posisi koperasi yang seharusnya lebih banyak diterapkan diberbagai bidang dan jenis usaha. Koperasi saat ini memang banyak mengalami perkembangan dan perubahan, seiring dengan makin terus bertumbuhnya perekonomian Negara kita ternyata koperasi saat ini jauh tertinggal karena sistem perekonomian yang secara perlahan menganut pola kapitalis modern yang sebenarnya banyak merugikan masyarakat secara mayoritas.

Namun keunggulan akan koperasi saat ini mulai dibangun kembali dengan mulai terlihat dari saat resesi 2008, koperasi terbukti menjadi pondasi yang kuat dalam melindungi kejatuhan ekonomi global dan menjadikan Negara kita tidak terpuruk jauh dalam kehancuran ekonomi global. Ini menjadi bukti ketangguhan koperasi sebagai sistem ekonomi yang kuat akan berbagai macam perubahan dan banyak menguntungkan.

Tindak Lanjut
Melihat akan peluang yang sangat besar dari perkembangan yang ada, pertumbuhan akan usaha ritel dan ketangguhan serta banyak keuntungan yang dihasilkan dari koperasi, seorang Konseptor yang telah lama berkecimpung dalam berbagai macam usaha termasuk MLM yang banyak orang salah mengartikannya oleh Bapak Ferdinand F. Liu, menggabungkan beberapa bentuk dan konsep bisnis dengan koperasi dan peluang ritel yang masih akan terus berkembang pesat. Terbentuklah Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara (KERaN) sebagai tempat menyalurkan seluruh keuntungan yang seharusnya dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. MLM pun sebagai suatu sistem pemasaran saat ini telah banyak di akui oleh para ahli ekonomi dunia sebagai sebuah sistem yang memang ampuh untuk memasarkan berbagai macam produk, namun di Indonesia menjadi sebuah hal yang menakutkan bagi sebagian masyarakat karena salahnya cara duplikasi edukasi yang tidak tepat. Sebenarnya masyarakat secara tidak langsung telah mengaplikasikan sistem seperti ini, seperti pada pemasaran kartu kredit atau berbagai macam produk perbankan yang mengadopsi sistem member get member yang mana merupakan bagian dari sistem marketing. Konsep pemasaran jaringan yang menjadi salah satu sistem pemasaran yang sangat efektif dan memberikan banyak keuntungan karena mengurangi jalur distribusi yang panjang menjadi dapat lansung tersalur kepada konsumen.

Penggabungan usaha sembako/ritel+pemasaran jaringan+investasi dengan bentuk koperasi yang diciptakan oleh Bpk. Ferdinand F. Liu, merupakan sebuah terobosan akan berbagai keuntungan yang seharusnya dapat tersalur kepada masyarakat luas tanpa adanya monopoli yang merugikan dan hanya menguntungkan segelintir orang atau golongan. Koperasi ini dibentuk juga sebagai penggerak ekonomi yang kuat dan besar dalam jangka panjang, ini pun dibuktikan dengan dukungan penuh dari Ketua Dewan Penasehat Perkoperasian Indonesia Bpk. Adi Sasono pada saat deklarasi dan penandatanganan akta pendirian KERaN 23 Desember 2010 lalu di Jakarta dan acara launching bertemakan Kebangkitan Ekonomi Rakyat Nusantara di Bali pada tanggal 27 Desember 2010.
Ini merupakan pergerakan ekonomi rakyat yang terbesar yang akan terbentuk dalam waktu singkat dan menjadi sistem yang kuat untuk mensejahterakan banyak masyarakat Indonesia. Kesempatan ini merupakan multi-peluang yang telah dibentuk sebagai karya anak Negeri dalam terobosan ekonomi yang diperlukan saat ini, manfaatkan pergerakan ini dan jadikan Indonesia Negara yang di segani dengan kekuatan akan nasionalitas dan kesatuan dalam Bhineka Tunggal Ika.

Ke-Unggulan KERaN
Rangkuman sumber-sumber pendapatan dari RealPOINT:

1. Bonus Introduksi (Penjualan Langsung Business Pack)
2. Bonus Kedalaman (unilevel dari penjualan BP)
3. Keuntungan Penjualan Ritel ke Konsumen
4. Komisi Pemasaran Produk Kebutuhan Sehari-hari
5. Pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) Koperasi
6. Subsidi Edukasi
7. Penghargaan Keliling Dunia / Travel Reward
8. Deviden dari Kepemilikan Unit Bisnis (Interbiz)
9. Bonus Sponsorship Interbiz
10. Bonus Residual Deviden Interbiz
11. Komisi Pemasaran Rencana SUKA
12. Hadiah Penghargaan / Reward dari Rencana SUKA
13. Pembagian Keuntungan Direktur (Director Profit Sharing)

13 Sumber Pendapatan RealPOINT ( penjelasan dari Bapak Ferdinand F. Liu, Konseptor RealPoint)
1. Bonus Introduksi / Bonus Pengenalan. Besarnya 6.000 Pts (~ Rp 30.000,-) yang diberikan secara instan (real-time) di eWallet begitu ybs dicantumkan sebagai pemberi referensi dalam pendaftaran pelanggan baru (membeli Business Pack) di sistem iSHARC.
2. Bonus Kedalaman, menggunakan sistem unilevel, didapat dari penjualan Business Pack dari kedalaman. P…rasyarat: sudah menjadi anggota koperasi. *1 dapat memperoleh hingga 3 level kedalaman, sementara *2/lebih tinggi dapat memperoleh hingga 6 level kedalaman. Besarnya bonus sbb.: Lv.1 (cucu) @ Rp 8.000,- / Lv.2 @ Rp 7.500,- / Lv.3 @ Rp 2.500,- / Lv.4 @ Rp 1.250,- / Lv.5 @ Rp 500,- / Lv. 6 @ Rp 250,- (berlaku dynamic compress system).
3. Keuntungan penjualan ritel ke konsumen (harga barang kita setara pasar ritel modern kelas M-2. Terdapat selisih harga sekitar 2-10% dengan harga konsumen di tingkat akhir di daerah, artinya dengan menjual ke konsumen langsung masih terdapat margin keuntungan yang dapat ditentukan sendiri sesuai kondisi pasar masing-masing).
4. Komisi pemasaran produk kebutuhan sehari-hari (rencana kompensasi reguler) dengan persentase terhadap PV sesuai jumlah persentase point di setiap peringkat mulai dari peringkat kita (n) sampai peringkat downline berperingkat n-1. Potensi penghasilan untuk peringkat *8 bisa mencapai hampir 100 juta rupiah (duplikasi hanya 5 jalur non-break).
5. Pembagian SHU sesuai aturan koperasi, dilakukan setahun sekali pada RAT (Rapat Anggota Tahunan)
6. Sebagian keuntungan produksi L.E.A.P. dialokasikan untuk dana subsidi pendidikan bagi *4 ke atas: *4=Rp65.000,- / *5=Rp150.000,- / *6=Rp250.000,- / *7=Rp750.000,- / *8=Rp1,5 Juta. Maksud dari subsidi pendidikan ini untuk menggantikan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan & pelatihan berkelanjutan bagi leader-leader (terutamadi level tengah) tanpa mengganggu arus kas normalnya.
7. Sisa dari keuntungan L.E.A.P. dialokasikan sebagai insentif dan penghargaan berupa perjalanan wisata (travel reward) yang diadakan setahun sekali, diberikan untuk anggota yang mencapai minimal peringkat *6 setidaknya selama 9 bulan dalam setahun (tidak perlu berturut-turut, akumulasi / terlimpahkan ke tahun berikutnya). Nilai perjalanan wisata sebesar Rp20 juta dan tidak dapat diuangkan.
8. Setiap pemilik unit bisnis akan mendapat deviden secara proporsional dari jumlah unit bisnis yang dimiliki terhadap total unit dalam bisnis tersebut (sistem bagi hasil).
9. Sponsor da ri anggota yang membeli unit bisnis akan mendapat premi sponsorship (bonus mentoring) sebesar 10% dari jumlah modal yang ditempatkan (Rp100.000,- dari tiap satu juta rupiah).
10. Pemimpin group dari anggota yang membeli unit bisnis akan mendapat premi mentoring sebesar total 10% dari jumlah modal yang ditempatkan dengan perincian sesuai peringkat (berlaku breakway) sbb.: *4=2% / *5=2% / *6=3% / *7=1% / *8=1% / Direktur=1% (sharing point-proporsional).
11. Pada saat terjadi pemindahan tahap 2 (memindahkan merk dari merk umum ke merk private RealPOINT), bonus dihitung dengan cara berbeda (sesuai plan SUKa dengan tetap mengacu pada peringkat dan prasyarat yang sama) dengan skala total margin 5,4 kali lebih besar. Detail perhitungan sbb. (persentase mengacu pada PV => Pts): *2=830% / *3=330% / *4=330% / *5=170% / *6=110%, *7=70%, *8=50%. Catatan: sesuai hukum untuk *2 dapat menerima bonus ini harus sudah terdaftar sebagai anggota koperasi.
12. Alokasi reward dari plan SUKa sebesar 2.92% dialokasikan sebagai penghargaan (reward), mulai dari laptop (prasyarat: *4), motor (senilai Rp14 juta, prasyarat:*5), mobil keluarga (senilai Rp160 juta, prasyarat: *6), mobil mewah (Rp 820 juta, prasyarat: *7), rumah (Rp 3 Miliar, prasyarat: *8), helikopter (Rp 10 Miliar, prasyarat: Direktur – 2 tahun sekali). Kualifikasi sesuai akumulasi omzet side-volume (omzet non-break).
13. Sisa laba yang belum ditetapkan di sistem kompensasi menjadi laba yang dibagikan secara point-proporsional untuk pemimpin di peringkat Direktur (memiliki minimal 5 jalur *8).

Contoh Harga Pulsa :
GSM:
SIMPATI 20 / 50 / 100 = Rp21.500,- / Rp51.750,- / Rp100.000,-
XL 25 / 50 / 100 = Rp25.750,- / Rp51.250,- / Rp101.750,-
Mentari/IM3 25 / 50 / 100 = Rp25.500,- / Rp50.250,- / Rp99.250,-

CDMA:
Flexi 20 / 50 / 100 = Rp20.750,- / Rp49.500,- / Rp98.000,-
Esia 25 / 50 / 100 = Rp26.000,- / Rp50.250,- / Rp98.500,-
Fren 25 / 50 / 100 = Rp25.750,- / Rp51.000,- / Rp100.500,-
StarOne 50 / 100 = Rp50.750,- / Rp99.900,-

Mari mengenal Sistem Kompensasi RealPOINT sedikit lebih detail…
Kenapa nama platform kita REAL-Point?
1. Produk yang didistribusikan adalah kebutuhan riil masyarakat (terutama kebutuhan primer)
2. Secara kolektif mengelola sumber daya dalam sektor riil (suatu wujud pergerakan ekonomi dengan wujud nyata, berupa aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan menghasilkan suatu produk yg nyata berupa barang/jasa)
3. Platform yang mudah dikembangkan (scalable) untuk me-REAL-isasikan impian kita dengan cara tercepat, termudah, dan termulia

Tentang syarat 500 PV untuk *1. Walaupun kebutuhan rumah tangga dalam sebulan rata-rata penduduk Indonesia lebih dari itu, pertanyaannya bagaimana dengan mahasiswa yang kost / yang lainnya yang belum berumah tangga (dan tidak tinggal bersama keluarga)? Kan kebutuhannya di bawah Rp500.000,- per bulan sedangkan sistem mewajibkan 500 PV setiap bulannya? Apalagi saat awal-awal seperti ini jumlah jenis barang (SKU) kita belum terlalu lengkap?
Jawabannya:
1. Walaupun dasarnya RealPOINT itu adalah pembentukan jaringan pemakai, selalu ada alternatif untuk menjual. Tokh barang kebutuhan sehari-hari dengan harga kompetitif itu relatif mudah untuk dijual…
2. Jenis barang akan diperluas secepatnya. Contoh: saat pulsa HP tersedia, pulsa Rp100.000,- berarti sudah 100 PV.
3. 500 PV itu tidak identik dengan Rp500.000,-. Memang untuk barang kebutuhan sehari-hari 1 PV setara Rp1000,-; namun untuk produk eksklusif RealPOINT (OneFRESH, Revive, dsb. — dalam waktu singkat akan segera diperluas mencakup berbagai macam barang kebutuhan sekunder) berlaku PV Multiplier (pelipat-ganda PV) untuk barang-barang tsb. Contoh: Revive 200 ml dijual eceran (terpisah dari Business Pack) seharga Rp35.000,- dengan PV Multiplier (PM) 8x, artinya dari Revive senilai Rp35rb tersebut terhitung sebesar 35 x 8 = 280 PV. Kalau belanja kebutuhan rumah tangga Rp 220.000,- (220 PV) ditambah pulsa Rp100.000,- / bulan (100 PV) ditambah Revive Rp 35.000,- (total Rp 355.000,-) sudah bernilai 500 PV. Variasi produk ekslusif ini akan segera terpenuhi mengingat unit bisnis pertama yang dirilis dalam program Interbiz adalah pabrik produksi barang-barang semacam ini.

Update tentang Rencana Kompensasi…
Untuk *3 syarat cuma struktur (5 jalur *2, compress system) plus 1 Juta rupiah saja untuk menjadi anggota koperasi . Interbiz menjadi pilihan / opsional, dengan keuntungan: penghasilan/deviden dari kepemilikan unit bisnis, plus penggandaan bonus point apabila menjadi parsipan Interbiz (memiliki unit bisnis).

Keunggulan Dari MLM yang Lain :
1. Semua org yg memulai bergabung di Real POINT akan memulai dari “Arus Kas Positif”. Anda beli Business Pack nya, artinya anda bisa menghemat pengeluaran belanja rumah anda (penghematan=arus kas positif). Jadi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya membeli starter kit MLM lain, yg biasanya sesudah kita beli langsung dimasukan ke laci dan tidak pernah kita pakai.
2. Jika org anda mendapatkan org yg bergabung di RealPOINT dan membeli business pack senilai Rp 150,000,- anda bisa mendapatkan Introducing Bonus. Rencananya berlaku Unilevel sampai dengan 7 level. Jika duplikasi 5 jalur terjadi sempurna sampai 7 level total introducing bonus yg bisa didapat sekitar Rp 19 juta. Ini merupakan hal yg sangat menggembirakan dan jauh lebih baik dibandingkan dengan men joinkan *1 di MLM Lain yg tidak mendatangkan bonus apa-apa bagi kita.
3. Jika anda dan grup anda berlangganan L.E.A.P ( Leadership Education Advance Programme ), maka anda berpotensi mendapatkan bonus point jutaan rupiah ditambah dengan reward jalan-jalan ke luar negeri.
4. Sebagaimana layaknya anggota koperasi, kita akan diwajibkan untuk menyetor simpanan pokok & simpanan wajib. Dengan menjadi anggota koperasi maka kita berhak mendapatkan keuntungan atas Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi tsb. Hal ini benar-benar mencerminkan asas ekonomi kerakyatan, di mana keuntungan koperasi benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh anggota nya. Hal ini berbeda sekali dengan perusahaan berbentuk PT atau MLM, di mana keuntungan perusahaan sebagian besar hanya dinikmati oleh pemegang sahan perusahaan dan leader-leader besar saja.
5. Di KERaN semua anggota akan diwajibkan untuk mulai belajar berinvestasi di unit-unit usaha yg akan diadakan oleh KERaN sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota. Hal ini sangat positif karena mereka bisa mendapatkan deviden dari keuntungan unit usaha tersebut. Dan dengan konsep interbiz ini semua anggota diberikan kesempatan untuk memiliki bagian dari unit-unit usaha yg ada. Hal ini tidak bisa ditemui di perusahaan berbentuk PT atau MLM.
6. Dengan menjadi anggota KERaN anda bisa menjalankan bisnis RealPOINT yg fokusnya di membangun jaringan distribusi sembako. Semua org butuh sembako, jadi secara teori dan praktek nya pasti jauh lebih mudah dibandingkan dengan hanya jualan supplement. Dengan barang yg berupa sembako yg harganya kompetitif, akan sangat mudah bagi anggota KERaN mencapai *8 dan mendapatkan penghasilan antara Rp 90-240 juta/bulan. Suatu hal yg sulit dicapai jika kita hanya menjalankan bisnis yang lain (MLM)
7. Bagi anggota KERaN yg konsisten dan berprestasi, tentunya akan disediakan reward, mulai dari Laptop, motor, mobil sederhana (sekelas Avanza), mobil mewah, villa mewah, dan bahkan helikopter. Keunggulan nya dibandingkan dengan reward dari MLM lain adalah, reward di KERaN bisa anda dapatkan mulai dari peringkat *4 saja. Luar biasa bukan?

Jadi kesimpulan nya adalah KERaN benar-benar dibuat dengan memaksimalkan konsep ekonomi kerakyatan, di mana semuanya dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Keuntungan yg bisa didapatkan anggota KERaN jauh lebih BESAR dibandingkan jika hanya menjalankan bisnis yg hanya memberikan bonus jaringan dan reward saja. DI Real POINT/KERaN kita bisa mendapatkan tambahan bonus, reward, introducing bonus, sisa hasil usaha KERaN, deviden dari unit interbiz, dan bonus uang dari penjualan L.E.A.D

Keunggulan RealPOINT
POINT adalah mata uang dan alat transaksi GLOBAL di bisnis ini.
1. RealPOINT – Kebutuhan Harian dan Rumah Tangga
Semua… kebutuhan harian di supply dari usaha rumahan, RealPOINT mulai dari sabun mandi, beras, gula, kopi, minyak goreng bahkan sampai ke kebutuhan sekunder seperti pakaian. Disamping memberikan keuntungan berupa POINT saya juga menjalankan usahanya untuk mendapatkan penghasilan besar dengan mengembangkan jaringan pemakai kepada semua saudara, tetangga, kerabat dan handai taulan. Furniture, perkakas, TV dan perlengkapan elektronik di rumah saya dapatkan dari menukarkan POINT di e-wallet yang setiap detik selalu bertambah POINT nya karena semua jaringan saya “bergairah” untuk menjalankan usaha rumahan yang sangat besar. Motor, mobil, rumah bahkan sampai helikopter pun bias di dapatkan setelah kurang lebih setahun menjalankan usaha ini.

2. RealPOINT – Perbankan ( akan seperti ini di masa depan )
Meminjam uang akan sangat mudah di RealPOINT untuk kepentingan pengembangan jaringan dan investasi lainnya. Dengan usaha simpan pinjam kita bisa meminjam uang, yang di transfer lewat POINT ke e-wallet kita. Jaminannya adalah jaringan kita (asset) dengan jumlah flapon maksimal sesuai dengan jumlah jaringan kita dan peringkat yang dicapai selama beberapa bulan terakhir (tidak perlu pakai sertifikat, atau bpkb lagi). Dari jumlah yang kita terima, sistem akan me-“lock” POINT kita sebesar 3xpembayaran angsuran. Pembayarannya pun dilakukan dengan POINT, dan setiap kali kita bayar angsuran plus bunganya, dilakukan secara auto transfer POINT setiap bulannya. Kalau kita ingin menjadikan POINT itu berupa CASH, tinggal kita minta system untuk transfer ke rekening kita melalui isian form untuk validasi. Dan secara REAL TIME akan di kredit di rekening kita.
Menabungpun kita bisa lakukan dengan program TABUNGAN POINT yang mendapatkan BUNGA khusus di RealPOINT, dengan menukarkan CASH kita di DP terdekat kita bisa alokasikan untuk tabungan sehingga kita bisa menikmati bunga POINT tambahan dari TABUNGAN POINT tersebut.
Bayar angsuran kredit kerjasama dengan pihak ketiga, pembayaran telepon, listrik (baik yang pakai pulsa maupun normal), membayar internet pasca bayar, telepon, air, langganan koran, majalah, dsb bisa saya lakukan dengan POINT tanpa harus kawatir dengan membawa uang CASH kemana-mana. Dan menariknya membayar lewat e-wallet kita akan mendapatkan POINT tambahan sebagai BONUS.

Berbelanja dan Berwisata Dengan POINT
Toko-toko, restaurant, hotel, usaha transportasi, travel, dsb, yang menjalin kerjasama kepada kita akan menawarkan pilihan untuk bertransaksi dengan POINT, dan menerima POINT sebagai alat transaksi. Seperti layaknya KARTU KREDIT, mereka tinggal menyediakan interface sederhana, maka “sim salabim” kita bisa menggunakan POINT kita untuk bertransaksi di tempat-tempat yang kita ajak kerjasama.
Paket-paket wisata, tour, atau adventures package akan selalu tersedia dalam katalog e-wallet kita, yang memanjakan kita utk berwisata dimana saja di seluruh Indonesia, dimana sambil kita berwisata kita tetap bertaburan POINT baik dari group maupun dari penukaran POINT kita sendiri melalui e-wallet.
Menginap di hotel yang sebagian besar dimiliki oleh KERaN sebagai bagian dari investasi kita di Interbiz, akan menjadikan kita semakin betah utk lama-lama menginap dan menikmati liburan. Makan di restaurant Nusantara milik kita dengan berbagai sajian tradisi bangsa ini yang kaya akan keragaman kuliner.
Pulangnya membawa oleh-oleh berupa hasil kerajinan mitra usaha kita dalam bidang Agrobisnis maupun Kerajinan yang kita modali dan danai usahanya dari Interbiz.
Membayangkan semua itu, baru hanya sebagian kecil dari impian kita di RealPOINT, Interbiz dan Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara.

Sekilas tentang “Interbiz”
Interbiz adalah sub-program yang terintegrasi dalam sistem RealPOINT yang merupakan implementasi dari konsep demokrasi ekonomi. RealPOINT mengintegrasikan semua elemen ekonomi dalam satu kesatuan sistem. Ujung tombaknya adalah pembentukan jaringan pemasar sekaligus jaringan pemakai. Sebagai media logistik dan distribusi kita memiliki jaringan DC/DP. Di sisi produksi? Di sinilah Interbiz menjadi sangat bermakna!
Di usaha lain, pabrik dimiliki pemodal besar yang mengantongi keuntungan untuk memperbesar aset pribadinya. Makin banyak kita melakukan pemasaran/penjualan (istilahnya, “mencetak omzet”), makin kaya si pemilik pabrik. Di RealPOINT (lewat konsep Interbiz), pemilik pabrik terbuka bagi semua lapisan masyarakat, bahkan rakyat kecil dengan modal sangat terbatas. Sebagai pemilik, kita semua berhak mendapatkan keuntungan dari laba produksi. Inilah esensi dari demokrasi ekonomi: dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat!
Sesuai dengan arti kata “ritel” (dari bahasa Prancis “retailler” yang berarti “memecah”), ritel bisa diaplikasikan pada konsep pemodalan (sebenarnya negara kita pun sudah melakukan yang sama, yaitu dengan menerbitkan ORI / Obligasi Ritel Indonesia dalam pecahan yang terjangkau oleh masyarakat umum). Contohnya, untuk mendirikan pabrik diperlukan miliaran rupiah. Tidak semua orang memiliki uang sekian milyar. Namun apabila modal ini dipecah dalam satuan kecil (masing-masing senilai Rp 1 Juta), maka unit modal ini akan bisa dimiliki oleh banyak orang. Artinya dengan Interbiz, semua orang bisa menjadi pemilik pabrik dan mendapatkan share keuntungan sesuai dengan kepemilikan unit modal yang dimilikinya.
Untuk mengawali (sekaligus memperkenalkan) sistem baru kita, Interbiz akan meluncurkan 2 unit bisnis yang kepemilikannya terbuka bagi siapa saja yang berminat. 2 unit bisnis ini adalah:
1. Produksi produk-produk eksklusif RealPOINT (DEA, ONE-Fresh, dsb.)
2. Produksi alat bantu sistem pendukung pendidikan (memproduksi Starter Pack, alat bantu pemasaran, dsb.)
Produk yang dihasilkan 2 unit bisnis ini akan memainkan peranan sangat vital dalam jaringan RealPOINT karena merupakan basic product yang akan dimiliki oleh seluruh anggota koperasi.
Tentu saja dengan filosofi kita untuk menyediakan produk dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat umum, margin keuntungan produksi dari produk-produk ini akan kita atur relatif kecil. Namun mengingat volume yang tercipta akan sangat besar, dapat dipastikan tingkat keuntungan kepemilikan usaha produksi ini akan sangat besar. Berminat?
Interbiz Proyek #1: Produksi Produk Eksklusif RealPOINT
Produk yang akan diproduksi di tahap pertama: DeA, OneFresh (produk-produk untuk Business Pack)

TUB (Total Unit Bisnis) = 10.000 unit
EWI.(Estimasi Waktu Inisialisasi) = 3 bulan

Estimasi R.O.I. 34.5% s.d. 138%

Catatan: R.O.I. = Return on Investment = Tingkat Pengembalian Modal dalam 1 tahun. Artinya secara pesimis, dari Rp 1 Juta yang kita investasikan dalam 1 unit modal, dalam 1 tahun kita akan menerima balik Rp345.000,- (perbandingannya kalau kita depositokan dengan suku bunga 8% kita cuma akan menerima Rp80.000,-). Dalam asumsi normal (realistis) ROI sebesar 69.1% senilai Rp691.000,-. Secara optimis, ROI sebesar 138.2% senilai Rp1.382.000,-.

Interbiz Mentoring Fee :
“Interbiz Mentoring Fee” adalah komisi yang diberikan pada sponsor langsung seseorang atas jasanya mendampingi (dalam bahasa koperasi, ini umum disebut sebagai “komisi jasa pendampingan”) rekannya dalam menganalisa proyeksi unit bisnis yang ada dan membantunya dalam mengambil keputusan.

Besar Interbiz Mentoring Fee sebesar 10% dari unit modal yang ditempatkan.

Syarat untuk mendapatkan fee ini:
– Sudah jadi anggota RealPOINT
– Sudah mengikuti dan memiliki sertifikat training BEST

Dengan memperhatikan syarat di atas, rekan” yang belum memiliki unit modalnya sendiri, bahkan menjadi anggota koperasi sekalipun, tetap berhak atas bonus mentoring ini.

Pengaturan syarat seperti di atas dengan pertimbangan cara ini akan membantu rekan” dengan keuangan terbatas untuk dapat menghasilkan pendapatan terlebih dahulu bahkan sebelum menjadi anggota koperasi (jadi cara ini bisa digunakan untuk mengumpulkan modal untuk join anggota koperasi / membeli unit modalnya sendiri).

Mengapa KOPERASI EKONOMI RAKYAT NUSANTARA bukan perusahaan MLM?

Banyak kabar-kabar yang beredar di luar, terutama yg dihembuskan oleh oknum-oknum Tianshi dan Unicore yg tidak senang dengan KERaN, yg menyudutkan seolah-olah KERaN adalah perusahaan MLM dengan kedok koperasi. Memang ada bbrp hal dalam KERaN yg mirip dgn perusahaan MLM. Hal ini diakui karena KERaN memang mengadopsi beberapa hal positif yg ada dalam perusahaan bisnis jaringan atau MLM, tetapi memiliki kemiripan bukan berarti sama dengan perusahaan MLM. Jadi KERaN adalah koperasi, bukan perusahaan MLM. Berikut adalah factor-faktor yg membedakan KERaN dari perusahaan MLM pada umum nya :

1. Secara badan hukum KERaN adalah sebuah koperasi yg berada di bawah departemen koperasi. Sedangkan sebuah perusahaan MLM harus memiliki SIUPL dan berada di bawah departemen perdagangan. Hal ini secara hukum sudah menunjukan bahwa KERaN bukanlah perusahaan MLM.

2. KERaN sebagai koperasi didirikan secara bersama-sama dari modal para anggota, dijalankan oleh anggota, dan hasilnya juga untuk seluruh anggota koperasi. Jadi KERaN adalah milik semua anggota nya. Hal ini berbeda dengan perusahaan MLM, dimana sebuah perusahaan MLM dimiliki oleh segelintir pemilik yg bermodal besar dan pemasaran nya dijalankan oleh distributor yg secara hukum bukan pemilik perusahaan. Kalau istilah keren nya para distributor MLM sering menyebut diri mrk sbg IBO (independent business owner) yg hanya dapat penghasilan kalau ada omzet di grup nya, sedangkan keuntungan terbesar jelas dimiliki oleh segelintir org leader-leader besar dan pemilik perusahaan, bukan dibagi rata ke semua distributor terdaftar.

3. Sebagaimana layak nya koperasi, pengambilan keputusan kebijakan koperasi diambil berdasarkan persetujuan para anggota, sedangkan kalau perusahaan MLM kebijakan perusahaan biasanya ditentukan secara vertical dari atas ke bawah sesuai keinginan pemilik perusahaan.

4. Untuk menjadi anggota sebuah perusahaan MLM biasanya anda harus membayar biaya registrasi dan membeli sebuah “starter kit” yang pada umum nya tidak banyak gunanya secara langsung bagi kita. Jadi jika tidak terpakai, maka uang kita hilang begitu saja. Di KERaN/RealPOINT kita memulai dengan membeli “business pack” yg isinya PASTI bisa menghemat pengeluaran keluarga anda semua selama setiap hari masih cuci baju. Jadi dijamin tidak sia-sia membeli business pack. Sedangkan untuk jadi anggota koperasi nya pun anda cukup menyimpan uang simpanan pokok & simpanan wajib. Uang ini tidak hilang dan bisa anda ambil kembali jika keluar dari keanggotaan koperasi. Hal ini tidak ada di perusahaan MLM, di mana kalau uang sudah diberikan ke perusahaan, tidak bisa ditarik lagi jika keluar.

5. Di KERaN sebagai anggota koperasi, anda bisa melakukan investasi di unit-unit bisnis yg ada di koperasi dan berhak mendapatkan deviden dari keuntungan perusahaan tersebut. Sedangkan di perusahaan MLM anda tidak bisa seenak nya ber invenstasi di perusahaan MLM anda tanpa ijin dari pemilik perusahaan bukan?

6. Sebagai anggota koperasi KERaN, semua anggota berhak mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) dari keuntungan koperasi. Kalau di perusahaan MLM anda hanya berhak mendapatkan bonus dari omzet anda sesuai dengan marketing plan nya. Kalaupun ada profit sharing, itu hanya dibagikan untuk segelintir leader besar saja. Kalau anggota biasa kebanyakan gigit jari saja.

Jadi jelas sekali terlihat bahwa Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara (KERaN) bukanlah perusahaan MLM seperti di gossip kan oleh orang-orang yg tidak tahu apa-apa mengenai perbedaan antara koperasi KERaN dan perusahaan MLM. Jadi sangat tidak etis dan relevan jika ada sebuah perusahaan MLM yg melarang distributornya menjadi anggota sebuah koperasi seperti KERaN. Mendirikan atau menjadi anggota koperasi adalah hak setiap warga Negara Indonesia, bahkan pemerintah memberi dukungan jauh lebih besar bagi koperasi-koperasi di Indonesia dibandingkan hanya kepada segelintir perusahaan MLM.

Artikel Penunjang :
Koperasi Di Dunia
UN announces the theme of International Year of Co-operatives 2012:
Co-operative enterprises build a better world

PBB mengumumkan tema dari Tahun Koperasi Internasional 2012:
“Bangun Dunia Yang Lebih Baik dengan Koperasi”
Pergerakan Koperasi menjaring lebih dari 1 miliar anggota di seluruh dunia. PBB memperkirakan pada tahun 1994 bahwa kehidupan lebih dari 3 milyar penduduk dunia — atau setengah dari populasi planet kita — menjadi terjamin oleh badan-badan usaha koperasi. Badan-badan usaha ini secara berkesinambungan memainkan peranan ekonomi dan sosial yang signifikan dalam masyarakat.

Diagram ini menggambarkan statistik rasio anggota koperasi terhadap penduduk di berbagai kawasan di dunia. Data-data yang ada (selengkapnya dapat dibaca di http://www.ica.coop/coop/statistics.html) menunjukkan relevansi dan kontribusi koperasi pada pembangunan sosial ekonomi di dunia.

— Diterjemahkan dari “Statistical Information on the Co-operative Movement” – ICA / International Co-operative Alliance.

Pendapat Presiden SBY tentang koperasi:

– Pada saat krisis tahun 1998, Indonesia ternyata bisa bangkit dan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh positis karena ada sabuk pengamannya, yaitu koperasi dan UMKM.

– Indonesia masih menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran. Dan cara efektif untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran ini adalah dengan mengembangkan koperasi dan UMKM

– Indonesia bisa meningkatkan perekonomiannya jika menganut ekonomi kerakyatan, dalam hal ini dengan mengembangkan koperasi dan UMKM

“Jadi, jangan ragu-ragu untuk mengembangkannya, saya bersama saudara-saudara mendukung untuk memajukan koperasi dan UMKM di masa yang akan datang”, tegas SBY.

Kutipan berita dari Kabar Bisnis edisi 18 Desember 2010, liputan tentang Peringatan Hari Koperasi ke-63 di Surabaya.

Dalam konteks Program Strategi Pengentasan Kemiskinan, ILO mendesak Pemerintah untuk:

1. Memperkuat Kerangka koordinasi kebijakan

2. Menempatkan pengentasan kemiskinan dalam kebijakan dan program pengembangan usaha

3. Mendukung Koperasi untuk mengambil bagian dalam pengentasan kemiskinan

Diketahui bahwa di seluruh dunia koperasi adalah salah satu organisasi yang paling layak memerangi kemiskinan. Di Indonesia, karena pengalaman koperasi yang disponsori pemerintah di masa lalu, dalam rangka mengembangkan nilai dan keuntungan organisasi koperasi dalam pembangunan, masalah yang diwariskan tersebut harus diatasi, termasuk finalisasi proses penyusunan Kerangka kebijakan yang kondusif, mempertimbangkan Rekomendasi 193.
Karenanya, koperasi haruslah dimiliki anggota, organisasi yang demokratis dan otonomi, dan tetap bebas dari intervensi pemerintah…

4. Mengembangkan kemampuan untuk pembangunan ekonomi

Hal-hal Teknis :
Hal-hal penunjang kenyamanan dan keamanan proses transaksi melalui eWallet:
1. pengguna direkomendasikan memakai browser Google Chrome versi terbaru. Browser Google Chrome dapat Anda unduh gratis di http://www.google.com/chrome
2. Jangan menekan Tombol Refresh pada saat transaksi sedang terjadi. Tunggu sampai transaksi rampung, ditAndai dengan keluarnya pesan sukses/gagalnya transaksi.
3. Segeralah logout (klik menu Keluar dari Sistem) setelah Anda selesai menggunakan eWallet. Jangan biarkan akun eWallet Anda terbuka tanpa supervisi Anda.
4. Lebih aman mengakses di komputer pribadi, dibanding di warnet. Jika terpaksa membuka di Warnet, pastikan Anda logout setelah selesai selesai mengakses eWallet Anda.
5. Hindari menggunakan menggunakan Anonymous Proxy.

Simpulan dan Penutup
Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara adalah Koperasi Primer dengan Tiga Unit Usaha yaitu unit PRODUKSI (Interbiz-Pabrik, hotel, dan investasi), Unit DISTRIBUSI (Gudang, Distributor Center dan Distributor Point), dan Unit MARKETING (RealPOINT, Produk Sembako-Pulsa, dll, melalui Sistem Canggih E-wallet).
Untuk bergabung di Unit Produksi – Interbiz cukup membeli minimal 1 lembar dgn menyetor sejumlah Rp. 1.000.000,- (per satu lembar Unit/Saham)
Untuk bergabung di Unit Distribusi, utk menjadi Gudang minimal Modal Rp. 250.000.000,- (modal produk sembako, dll) dan Untuk menjadi Distributor Point (warung), minimal modal Rp. 25.000.000,- sampai Rp. 30.000.000,- (anggota Koperasi+Interbiz+Sistem I-sharc2/program Online).
Untuk bergabung di Unit Marketing, cukup menyetor Rp. 150.000,- sekali selamanya dan akan mendapatkan Produk Private Label dari RealPOINT serta jenjang karier dan rewards dari Laptop hingga Helikopter…serta program e-wallet utk bias realtime mengecek perkembangan bisnis kita…
Sekarang di RealPOINT kita sudah berkembang jauh di atas sekedar menyediakan sembako. RealPOINT mencakup semua elemen ekonomi dari hulu sampai hilir: dari produksi, logistik (distribusi dan pergudangan), pemasaran, penjualan, hingga pelayanan pra/purna-jual; didasarkan pada semangat demokrasi ekonomi. Dalam skala ini kita memiliki jalan untuk membangun ekonomi Indonesia secara utuh dan terintegrasi.
Untuk itu, rasanya tidak berlebihan kalau tagline kita ubah menjadi “Untukmu Indonesiaku”, menggambarkan visi dan misi sekaligus kekuatan kita.
Mari kita sambut 2011 ini dengan KOMITMEN dan TEKAD KUAT utk memajukan BANGSA INDONESIA.
Mari kita isi 2011 ini dgn TINDAKAN NYATA dan KERJA KERAS mulai dari hari pertama ini hingga 365 hari ke depan, dimana kita akan bangga dan menikmati HASILnya.

WisH YoU AlL ThE BesT in 2011

MERDEKA!!!
Sehat dan Sukses Selalu

Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Juni 24, 2010

Dis Ability People

sangat menyenangkan membantu mengajarkan tentang komputer di yayasan ini

Kesadaran individu dalam masyarakat mengenai lingkungan hidup dan kelestariannya merupakan hal yang amat penting dewasa ini di mana pencemaran dan perusakan lingkungan merupakan hal yang sulit dihindari. Kesadaran masyarakat yang terwujud dalam berbagai aktifitas lingkungan maupun aktifitas kontrol lainnya adalah hal yang sangat diperlukan untuk mendukung apa yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan penyelamatan lingkungannya.

Dengan begitu kita bisa mengatakan bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungannya adalah suatu bentuk dari toleransi ini. Toleransi atau sikap tenggang rasa adalah bagian dari konsekuensi logis dari kita hidup bersama sebagai makhluk sosial. Melanggar konsekuensi ini juga berarti melanggar etika berkehidupan bersama. Seperti dikatakan Plato bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu menghargai satu dan lainnya. Jadi ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebagai berikut :

  1. Rasa tepo seliro yang cukup tinggi, dan tidak terlalu ingin mengganggu.
  2. Tidak memikirkan akibat yang akan terjadi, sepanjang kehidupan saat ini masih berjalan dengan normal.
  3. Kesadaran melapor (jika ada hal-hal yang tidak berkenan dan dianggap sebagai melawan hukum lingkungan) nampaknya masih kurang. Hal ini dirasakan akan mengakibatkan masalah lingkungan semakin panjang.
  4. Tanggungjawab mengenai kelestarian alam masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kembali.

Melihat hal tersebut, sangatlah penting menggugah kesadaran kita sebagai manusia yang sebenarnya paling rentan menerima perubahan iklim yang ekstrim tersebut.

Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Maret 24, 2009

Land Rover Defender SVX Edisi 60 Tahun

Untuk memperingati 60 thun lahirnya Defender, Land ROver meluncurkan edisi khusus yang berkode SXV. Mobil ini tersedia dalam dua varian, yaitu : station wagon dan soft top atau atap terbuka, yang hanya diproduksi terbatas sebanyak 300 unit. SVX merupakan Defender pertama yang dilengkapi berbagai peranti elektronik canggih.

Dari dua varian itu, versi atap terbuka diprediksikan menjadi incaran para penggemar Land Rover. Ini karena untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir diproduksi varian Land Rover Defender Soft Top. Di Inggris harga jualnya ditawarkan pada kisaran Rp. 553.48 juta per unit. Defender SVX menggunakan sasis yang sama dengan Defender versi standar. Hanya bedanya pada aksesori yang melekeat di kabin dan bodi, seperti pemasangan jok buataun Recaro, ban berukuran besar, gril warna perak dan lingkar lampu utama lebih besar. Di dalam kabin desain jok baru dibuat lebih nyaman dan mewah sehingga memberikan posisi duduk yang ideal bagi penumpang dan pengemudi. Bahkan, sesuai dengan perkembangan teknologi elektronik, kabin dilengkapi dengan konektivitas iPod, navigasi satelit, dan perangkat sound system modern.

Tenaga penggeraknya adalah mesin Ford tubodiesel 2.4 liter terbaru yang telah dibekali teknologi direct-inection sehingga mampu mengeluarkan teanga besar, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Sebagai perbandingan model Defender standar menggunakan mesin deisel Transit 2.4 liter yang berteknologi kuno. Seperti umumnya model Defender, performa off road mobil sangat baik karena ketinggian bodi dari tanah yang mencukupi dan jarak sumbu yang dirancang sesuai medan tanah.

Agar lebih nyaman dalam mengendalikan mobil ini, para insinyur Land Rover menambahkan peranti elektronik differential yang membuat pembagian tenaga bisa diatur sesuai kondisi medan dan kebutuhan. Tidak hanya itu, SVX dilengkapi juga dengan kontrol traksi elektronik ynutk mencegah mobil slip. SVX memiliki semua keinginan yang selama ini dicari para penggemar Land Rover. Sama seperti Defender khusus edisi ulang tahun ke-50, SVX akan menjadi barang kolektor.

Kini Defender edisi 50 tahun yang berwarna hijau dan putih memiliki harga yang sangat tinggi. Land Rover Defender pertama kali diperkenakan pada Amsterdam Motor Show pada tahun 1948. Kini Land Rover dimiliki raksasa otomotif India yang dibelinya dari Ford pada awal tahun 2008.

Source : Harian Pikiran Rakyat

Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Maret 22, 2009

Law Of Attraction

Adalah Hukum ketertarikan, merupakan segala sesuatu yang saya pikirkan dengan segenap perhatian, energi, dan konsentrasi pikiran, baik hal positif maupun hal negatif, akan datang ke dalam kehidupan saya….

Buku tulisan Michael J. Losier ini mengungkapkan tentang bagaimana pikiran kita akan menuntun kita pada apa yang kita inginkan…bagaimana kita memahami kehidupan yang anda jalani dan mengubahnya menjadi apa yang anda inginkan…

Saya sedang membaca buku ini, walaupun baru kurang dari setengah halaman buku ini, saya merasakan getaran yang bisa memotivasi kita untuk lebih berpikiran positif dan maju…dan saya yakin, ada beberapa impian yang bisa kita raih dengan mengambil perhatian penuh kepada energi pikiran kita dan mewujudkannya…bagaikan magnet yang mampu menarik benda – benada yang kita inginkan, dan menolak yang tidak kita inginkan…saya percaya, karena beberapa hal telah terjadi pada diri saya.

Ada beberapa tulisan yang bisa saya kutip tentang hukum ketertarikan ini….

” Segala sesuatu yang anda pancarkan lewat pikiran, perasaan, citraan mental, dan tutur kata anda, akan didatangkan kembali ke dalam kehidupan anda.” ( Catherine Ponder _ Dynamic Law of Prosperity )

“Semua pikiran akan menjelma nyata sesuai dengan intensitasnya, setiap butir pikiran terkecil di dalam benak kita mampu menggerakkan hukum itu untuk mewujudkannya menjadi kenyataan.” ( Ernst Holmes_Basic Ideas of Science of Mind )

“Anda adalah sebuah magnet hidup, anda bisa mendatangkan orang-orang, berbagai situasi dan kondisi yang selaras dengan pikiran anda. Apapun pikiran anda biarkan hidup dalam kesadaran anda kelak akan tumbuh dan menjelma menjadi pengalaman yang nyata.” (  Brian Tracy ).

Maka saudara, saya tidak promosi, tapi demi gemilangnya kehidupan anda…bacalah buku ini…recomended!!!

Sehat dan Sukses Selalu

Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Maret 21, 2009

Balinese Freedom

Selamat merayakan hari raya Galungan”
Semoga kita senantiasa berada pada jalan yang benar.

(Rgveda III.16.5)
Ma no agne amataye
maviratayai riradhah
magotayai sahasaputra ma nide
apa vdesamsi-a krdhi

Kami akan mengikuti jalan yang benar,
Seperti jalannya matahari dan bulan
Kami akan menyertai yang pemurah, yang
penyayang dan yang maha mengetahui…………..

Oleh: I Putu Gede Andy Pandy | Maret 19, 2009

Desain Interior dan Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah masalah lingkungan. Walaupun keberadaannya masih diperdebatkan, tetapi dari data yang ada kecenderungan perubahan terutama suhu udara ada secara nyata. Dalam keadaan iklim normal perubahan iklim mungkin tidak menimbulkan akibat nyata, tetapi pada keadaan ekstrim seperti pada periode La-Nina dan El-Nino skala besar perubahan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Jika tidak dipersiapkan upaya penekanan laju perubahan dan adaptasi dalam menghadapi keadaan ini, maka Environment Cost yang ditanggung akan sangat besar. Di lain pihak dengan ikut meratifikasi UU no 6 tahun 1994 Indonesia mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan dana Internasional untuk Perubahan iklim. Untuk itu diperlukan kesadaran dan upaya bersama dalam menhadapi dan mengantisipasi perubahan iklim.

Dalam upaya kita untuk mitigasi dan adaptasi dari sisi bidang perancangan interior dan arsitektur, fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia interior dan arsitektur. Konsep pembangunan arsitektur hijau menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi, dan material bangunan, mulai dari desain, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan.

Desain rancang bangunan memerhatikan banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami. Sedikit mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari.

Desain bangunan hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan. Atap-atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden, green roof) yang memiliki nilai ekologis tinggi (suhu udara turun, pencemaran berkurang, ruang hijau bertambah).

Penggunaan material bahan bangunan yang tepat berperan besar dalam menghasilkan bangunan berkualitas yang ramah lingkungan. Beberapa jenis bahan bangunan ada yang memiliki tingkat kualitas yang memengaruhi harga. Penetapan anggaran biaya sebaiknya sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia dan dilakukan sejak awal perencanaan sebelum konstruksi untuk mengatur pengeluaran sehingga bangunan tetap berkualitas.

Konstruksi yang berkelanjutan dilakukan dengan penggunaan bahan-bahan alternatif dan bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi emisi CO2 sehingga lebih rendah daripada kadar normal bahan baku yang diproduksi sebelumnya.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, kita harus mengembangkan sistem pengurangan pemakaian air (reduce), penggunaan kembali air untuk berbagai keperluan sekaligus (reuse), mendaur ulang buangan air bersih (recycle), dan pengisian kembali air tanah (recharge).

Saran
Untuk ber-etika terhadap lingkungan, kita harus menghargai alam, misalnya dengan tidak menebang pohon disekitar rumah kita. Etika terhadap lingkungan terutama sudah dituliskan melalui peraturan pemerintah daerah agar kita patuhi, seperti garis sempadan, ketinggian bangunan, dan sebagainya.

Dari segi desain, kita harus berupaya mengembalikan potensi alam yang seharusnya sangat baik, tapi karena kehadiran manusia jadi semakin hancur. Contohnya; jangan menggunakan seluruh area lahan rumah untuk bangunan, namun sisakan untuk taman-taman asri yang bisa membantu memproduksi oksigen. Selain itu tetap gunakan sumur peresapan air agar air bisa meresap ke tanah kembali.

Saat ini perlu lebih banyak cara agar material yang ramah lingkungan bisa didapatkan dengan mudah, misalnya pemerintah dan industri lebih berpihak pada produksi material lokal yang dibuat dengan teknologi sederhana dari masyarakat, agar lebih memberdayakan masyarakat lokal secara ekonomi (ini juga termasuk kebijakan yang ‘green’).

Jadikan perancangan interior arsitektur yang ramah lingkungan sebagai tren karena kita semakin butuh, akibat makin kurangnya sumber daya alam dan menipisnya energi. Kita makin butuh interior arsitektur ramah lingkungan di tempat tinggal kita agar kita tetap sehat, tetap bisa merasakan hubungan dengan alam, dan makin menghargai alam.

Older Posts »

Kategori